Selasa, 23 Agustus 2011

laporan bioteknologi


LEMBAR PENGESAHAN
Laporan lengkap praktikum Pengantar Bioteknologi dengan judul/unit “Pembuatan Tape Ketan“ disusun oleh:

                                    Nama               : Nurhikma
                                    Nim                 : 071404085
                                    Kls/ Klp           : A/II

            Telah diperiksa dan dikoreksi oleh Asisten dan Koordinator Asisten, maka dinyatakan diterima.

                                                                                           Makassar,    Januari 2011
    Koordinator Asisten                                                                 Asisten


  Reski Amelia Waji, S.Si                                                   Risna Irawati                             
                                                                                                     



Mengetahui,
Dosen Penanggung Jawab





                                          Prof. Dr. Ir. Yusmina Hala, M.S
                                             Nip. 196112121986012002

BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Pada masa ini, bioteknologi berkembang sangat pesat, terutama di negara negara maju. Kemajuan ini ditandai dengan ditemukannya berbagai macam teknologi semisal rekayasa genetika, kultur jaringan, rekombinan DNA, pengembangbiakan sel induk, kloning, dan lain-lain. Teknologi ini memungkinkan kita untuk memperoleh penyembuhan penyakit-penyakit genetik maupun kronis yang belum dapat disembuhkan, seperti kanker ataupun AIDS. Di bidang pangan, dengan menggunakan teknologi rekayasa genetika, kultur jaringan dan rekombinan DNA, dapat dihasilkan tanaman dengan sifat dan produk unggul karena mengandung zat gizi yang lebih jika dibandingkan tanaman biasa, serta juga lebih tahan terhadap hama maupun tekanan lingkungan. Penerapan bioteknologi di masa ini juga dapat dijumpai pada pelestarian lingkungan hidup dari polusi. Sebagai contoh, pada penguraian minyak bumi yang tertumpah ke laut oleh bakteri, dan penguraian zat-zat yang bersifat toksik (racun) di sungai atau laut dengan menggunakan bakteri jenis baru.
Salah satu contoh dalam bidang pangan yaitu pembuatan tape ketan dimana dalam pembuatan ini dibutuhkan keterampilan khusus untuk mengolahnya menjadi suatu bahan pangan, untuk itu kami melakukan kegiatan ini guna salah satu persyaratan di dalam perkuliahan dan juga kita memilki keterampilan dimasa depan maka dari itu dilakukannlah percobaan tersebut.
B.  Tujuan
Adapun tujuan dilaksanakannya praktikum ini yaitu untuk mengetahui cara-cara di dalam pembuatan tape ketan Hitam.
C.  Manfaat
Adapun manfaat dilaksanakannya praktikum ini, yaitu praktikan dapat mengetahui cara-cara yang dilakukan di dalam pembuatan tape ketan sehingga kita memiliki suatu keterampilan di masa depan.






















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa. (Anonim 1, 2011).
Peranan mikrobiologi akan memberi warna, wawasan dan cakrawala barnubagi kehidupan bioteknologi modem. Bahan baku biomassa yang ada merupakan "renwable frontier" dapat diolah oleh bioteknologi tradisional maupun modem sehingga menjadi produk baru yang sangat berharga. Produk-produk bioteknologi sangat erat dengan perkembangan bioteknologi pada jamannya (Campbell, 1987).
Menjelang akhir abad ke-20 sebagian besar masyarakat dunia menanti.bioteknologi dengan penuh harapan untuk memecahkan berbagai masalah umat manusia dibumi. Namun sebagian masyarakat memandang bahwa memasuki era bioteknologi sama saja memasuki hutan belantara ketidak pastian tentang dampakyang akan terjadi kemudian hari. Perkembangan bioteknologi sekarang ini akan menimbulkan dampak serius pada demensi etika dan budaya. Rekayasa genetika menimbulkan masalah-masalah etika serius yang berhubungan dengan pengubahan, manipulasi, penetapan paten dan pemilikan bentuk-bentuk kehidupan. Berbagai perkembangan dibidang kesehatan juga akan membawa implikasi mendalam pada nilai-nilai budaya. Infrastruktur teknologi dan desakan ekonomi akibat bioteknologi membawa dampak besar pada struktur sosial ekonomi serta pada nilai-nilai budaya, sementara masyarakat luas tidak mendapat informasi dan diasingkan dari pengambilan keputusan tentang ara, batas-batas tujuan dan dampak bioteknologi (Suharto, 1995).
Tape merupakan makanan tradisional yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Proses pembuatan tape melibatkan proses fermentasi yang dilakukan oleh jamur Saccharomyces cerivisiae. Jamur ini memiliki kemampuan dalam mengubah karbohidrat (fruktosa dan glukosa) menjadi alcohol dan karbondioksida. Selain Saccharomyces cerivisiae, dalam proses pembuatan tape ini terlibat pula mikrorganisme lainnya, yaitu Mucor chlamidosporus dan Endomycopsis fibuligera. Kedua mikroorganisme ini turut membantu dalam mengubah pati menjadi gula sederhana (glukosa) (Anonim , 2011).
Menurut Anonim 3, 2009 bahwa langkah-langkah di dalam pembuatan tape ketan yaitu :
1. Cuci bersih semua peraltan yang akan digunakan, lalu keringkan
2. Cuci bersih beras ketan yang akan digunakan
3. Rendamlah beras ketan tersebut selama 12 jam
4. Setelah direndam selama 12 jam, angkat beras ketan tersebut lalu bilas dengan air beberapa kal
5. Kukus beras ketan tersebut sampai matang
6. Angkat beras ketan yang telah matang, lalu letakkan di atas tampah atau baskom, dinginkan dengan cara mengipasinya
7. Setelah dingin campurkan ragi yang telah dihaluskan dan aduk sampai merata
8. Bungkus ketan yang tela dicampur ragi dengan daun pisang atau plastik, atau masukkan ke dalam keler (stoples)
9. Simpan selama 2-3 hari.



















BAB III
METODE PRAKTIKUM
A.  Waktu dan Tempat
Hari/tanggal            : Rabu , 31 Desember 2011
Pukul                      : 09.15 s.d 12.00 WITA
Tempat                    : Laboratorium Biologi Lantai II Barat FMIPA UNM.
B.  Alat dan bahan
a . Alat
1.      Kompor                                         
2.      Pengukus nasi
3.      Panci
4.      Talang 2 buah
5.      Plastik
6.      Toples
7.      Sendok nasi/ cukil kayu
b. Bahan
1. Beras Ketan hitam
2. Ragi tape
3. Aquades




C.  Prosedur kerja
1. Mencuci bersih semua peralatan yang akan digunakan, lalu mengeringkan
2. Mencuci bersih beras ketan yang akan digunakan
3. Merendam beras ketan tersebut selama 12 jam
      4. Setelah merendam selama 12 jam, angkat beras ketan tersebut lalu bilas dengan air beberapa kali
5. Mengukus beras ketan tersebut sampai matang
6. Mengangkat beras ketan yang telah matang, lalu letakkan di atas tampah atau baskom, mendinginkan dengan cara mengipasinya
7. Setelah dingin campurkan ragi yang telah dihaluskan dan aduk sampai merata
8. Membungkus ketan yang tela dicampur ragi dengan daun pisang atau plastik, atau masukkan ke dalam keler (stoples)
9. Menyimpan selama 2-3 hari.

















BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil Pengamatan


1.      Mencuci bersih beras ketan                                2. Merendam beras ketan
                                                                     
                                                                    

                                                                   
                                                                                                                                                                                                                                                                           
     6. Membungkus  tape ketan                                   3.Mengukus beras ketan
 



                                             
 
               

                                                              

          5. Mencampur ragi tape                                                    4. Mengangkat yang sudah                            matang
                                    
                                                                                                 


B.     Pembahasan
Tape merupakan makanan tradisional yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Proses pembuatan tape melibatkan proses fermentasi yang dilakukan oleh jamur Saccharomyces cerivisiae. Jamur ini memiliki kemampuan dalam mengubah karbohidrat (fruktosa dan glukosa) menjadi alcohol dan karbondioksida. Selain Saccharomyces cerivisiae, dalam proses pembuatan tape. Kedua mikroorganisme ini turut membantu dalam mengubah pati menjadi gula sederhana (glukosa) (Anonim, 2011).
Berdasarkan percobaan yang dilakukan ada beberapa langkah-langkah di dalam pembuatan tape yaitu :
1. Mencuci bersih semua peralatan yang akan digunakan, lalu mengeringkan
2. Mencuci bersih beras ketan yang akan digunakan
3. Merendam beras ketan tersebut selama 12 jam
      4. Setelah merendam selama 12 jam, angkat beras ketan tersebut lalu bilas dengan air beberapa kali
5. Mengukus beras ketan tersebut sampai matang
6. Mengangkat beras ketan yang telah matang, lalu letakkan di atas tampah atau baskom, mendinginkan dengan cara mengipasinya
7. Setelah dingin campurkan ragi yang telah dihaluskan dan aduk sampai merata
8. Membungkus ketan yang tela dicampur ragi dengan daun pisang atau plastik, atau masukkan ke dalam keler (stoples)
9. Menyimpan selama 2-3 hari.
BAB V
PENUTUP


A.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatn selama melakukan praktikum maka dapat disimpulkan bahwa cara-cara di dalam pembuatan tape ketan hitam melalui beberapa tahan yaitu :
1. Mencuci bersih semua peralatan yang akan digunakan, lalu mengeringkan
2. Mencuci bersih beras ketan yang akan digunakan
3. Merendam beras ketan tersebut selama 12 jam
      4. Setelah merendam selama 12 jam, angkat beras ketan tersebut lalu bilas dengan air beberapa kali
5. Mengukus beras ketan tersebut sampai matang
6. Mengangkat beras ketan yang telah matang, lalu letakkan di atas tampah atau baskom, mendinginkan dengan cara mengipasinya
7. Setelah dingin campurkan ragi yang telah dihaluskan dan aduk sampai merata
8. Membungkus ketan yang tela dicampur ragi dengan daun pisang atau plastik, atau masukkan ke dalam keler (stoples)
9. Menyimpan selama 2-3 hari.
B.     Saran
Sebaiknya para praktikan lebih serius di dalam melakukan praktikum agar hasil yang di dapatkan sesuai dengan apa yang diharapkan.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim¹. 2011.. Biotekhnologi. http://www.Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedi bebas Diakses pada tanggal 15 Januari 2011.
Anonim².2011.Pembuatan tape ketan. http://www.Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedi bebas diakses pada tanggal 15 Januari 2011.
Brown C.M, I Campbell, F.G Prest, 1987. Introduction to Biotechnology: Blackwell
scientilic Publications, London.

Ign Suharto, 1995. Bioteknologi Dalam Dunia Industri : Andi Offset, Yokyakarta.













 

BIOTEKHNOLOGI

http://www.Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedi bebas diakses pada tanggal 15 Januari  2011.
Bioteknologi adalah cabang ilmu yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Dewasa ini, perkembangan bioteknologi tidak hanya didasari pada biologi semata, tetapi juga pada ilmu-ilmu terapan dan murni lain, seperti biokimia, komputer, biologi molekular, mikrobiologi, genetika, kimia, matematika, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa.






PEMBUATAN TAPE KETAN
Tape merupakan makanan tradisional yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Proses pembuatan tape melibatkan proses fermentasi yang dilakukan oleh jamur Saccharomyces cerivisiae. Jamur ini memiliki kemampuan dalam mengubah karbohidrat (fruktosa dan glukosa) menjadi alcohol dan karbondioksida. Selain Saccharomyces cerivisiae, dalam proses pembuatan tape ini terlibat pula mikrorganisme lainnya, yaitu Mucor chlamidosporus dan Endomycopsis fibuligera. Kedua mikroorganisme ini turut membantu dalam mengubah pati menjadi gula sederhana (glukosa).
bahwa langkah-langkah di dalam pembuatan tape ketan yaitu :
1. Cuci bersih semua peraltan yang akan digunakan, lalu keringkan
2. Cuci bersih beras ketan yang akan digunakan
3. Rendamlah beras ketan tersebut selama 12 jam
4. Setelah direndam selama 12 jam, angkat beras ketan tersebut lalu bilas dengan air beberapa kali
5. Kukus beras ketan tersebut sampai matang
6. Angkat beras ketan yang telah matang, lalu letakkan di atas tampah atau baskom, dinginkan dengan cara mengipasinya
7. Setelah dingin campurkan ragi yang telah dihaluskan dan aduk sampai merata
8. Bungkus ketan yang tela dicampur ragi dengan daun pisang atau plastik, atau masukkan ke dalam keler (stoples)
9. Simpan selama 2-3 hari.

http://www.Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedi bebas diakses pada tanggal 15 januari  2011.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar